Minggu, 31 Mei 2009

Jaman Edan

Ketahuilah saudara dan saudariku bahwa dunia ini sedah betul-betul berumur tua, kita lihat bersama mulai sumber daya alam yang mulai habis dipakai oleh makhluk hidup terutama makhluk yang bernama manusia yang biisa dikatakan makhluk yang paling tinggi derajatnya namun paling buas dalam hal menghabiskan sumber daya alam ini, lihatlah akibat dan ulah manusia mulai dari lapisan ozon yang robek katanya karena banyaknya rumah-rumah kaca serta gas Co2 yang terbuang dari asap kendaraan, banjir bandang yang melanda daerah-daerah dikarenakan hutan yang dibabat tanpa adanya pemikiran pemikiran lain guna melestarikanya, malah sekarang setelah terjadi baru kita sibuk untuk mengembalikan kondisinya, terlepas dari semuanya mestinya kita sebagai penghuni bumi ini berfikir dan bertindak bersama sama untuk melestarikanya, karena bumi bukan hanya milik dari sebagian manusia saja, tapi milik kita bersama tanpa memandang suku, ras, agama atau apapun yang memisahkan dari sekumpulan manusia satu dengan yang lainnya, dan para pejabat pemerintahan mulai dari unsur terkecil sampai dengan yang tertinggi berfikir bukan hanya cara cara memperoleh "bangku" kepemimpinan saja tapi "effek' dan asass kebersamaan dalam hidup,coba kita bertanya kepada diri kita sendiri, untuk apa kita hidup dan mau kemana setelah kita hidup ini, dengan adanya jawaban dari pertanyaan diatas pastilah kita mengetahui bahwa seyogyanya kita janganlah merugikan orang lain walaupun dengan tingkatan kita yang sekecil kecilnya, kenapa penulis mengatakan jaman ini adalah jaman edan, hal ini dikarenakan kebenaran hakiki banyak yang telah bergesar menjadi hal yang temporary saja, kita contohkan demokrasi yang terjadi di negara kita yang tercinta kita ini, mulai dari pemilihan legislatif sampai dengan pemilihan presidensial banyak mengandung kecurangan kecurangan, padahal mereka hanya beramai ramai untuk duduk dan memimpin, tapi mereka memulainya dengan hal hal yang kurang baik seperti DPT yang tidak jelas, prosess pemilu yang kurang fair ailias penggelembungan suara sampai dengan prosess pemilihan presiden yang menurut penulis terlalu menghambur hamburkan uang negara, padahal apabila biaya dalam prosess penempatan legislatif samapai dengan penempatan presidensial kita satukan untu keperluan biaya ekonomi kerakyatan alias untuk kepentingan rakyat niscaya akan mengurangi beban penderitaan yang dialami oleh rakyat negara kita ini, belum lagi prosess keadilan kita melalui jalur hukum yang terlalu berliku liku sehingg asass "Lex defacto lex de jure'" semakin jauh dari system keadilan yang kita cita citakan,benar tulisan sunan kalijaga bahwa nanti akan ada datang zaman edan dimana apabila kita tidak edan maka tidak akan keduman, tapi sebaik baik manusia dalam mengahadapi zaman ini adalah eling dan waspada, maka kata bang napi waspadalah....adios.

4 komentar:

  1. Pertamax...!!

    Jaman memang sudah tua dan edan.. mas Prie
    Kayaknya kita juga perlu ngedan wakakakak.. Lha wis ora ngedan ora keduman jee...

    BalasHapus
  2. banyak caleg yang edan khan pak.
    itu karena nggak keduman.
    berarti kita nggak perlu ikut edan...

    salam kenal, salam bloger.

    BalasHapus
  3. Cukup bagus artikel anda .yach kita sebagai warna negara hanya ikut prihatin melihat situasi sekrang ini.......

    Dan berdoa agar untuk kedepanya Para pemimpin kita benar benar memperjuangkan Nasib masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan

    Salam sukses untuk anda dan salam juga untuk semua blogging

    SECRET METODE

    BalasHapus
  4. bicara jaman edan
    mungkin karna dunia ini udah kelamaa dijemur oleh terik matahari hingga semua penghuninya jadi pada "komeng"
    sbar ya denmassss.........................
    nuwun....

    BalasHapus